"Assalamualaikum War Wb...."
Selamat Datang Di Blog Saya..
Saya Ucapkan Terima Kasih Telah Berkunjung Di Forum Ini
Semoga Ada Jalinan Pesaudaraan Dan Persahabatan Diantara Kita...
Saya Ucapkan Terima Kasih Telah Berkunjung Di Forum Ini
Semoga Ada Jalinan Pesaudaraan Dan Persahabatan Diantara Kita...
Kamis, 24 Februari 2011
"..Kabar Dari Tebu Ireng.." Makam Gus Dur Ambles "
Makam Gus Dur Ambles, bertepatan Maulid Nabi - Akibat guyuran hujan deras tiga hari berturut-turut, makam mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, ambles. Yang mengagetkan, kain kafan yang membungkus jasad Gus Dur masih utuh dan putih, sehingga diduga jasad cucu pendiri NU itu juga masih utuh.
Hasan, seorang penjaga pos utama Ponpes Tebuireng, menyatakan peristiwa itu terjadi Selasa (15/2). Dia mengaku ikut menutupi lubang makam Gus Dur yang ambles dengan pasir dan tanah.
Di bawah guyuran hujan deras, dia mengaku bersama empat orang, termasuk Zainul, anaknya, melihat sesuatu yang ganjil. “Kami melihat kain kafan Gus Dur masih terlihat putih. Tetapi saya tidak berani cerita, bukan wewenang saya,” kata Hasan, Jumat (18/2).
Zainul, petugas keamanan pondok mengatakan, amblesnya makam Gus Dur terjadi siang hari saat pengunjung makam Gus Dur lumayan banyak.
Kejadian itu pun membuat penghuni ponpes kelabakan. Mereka ramai-ramai melihat kejadian tersebut. Sebuah lubang akibat gerusan air menganga sehingga menampakkan kain kafan pembungkus tubuh tokoh yang dikenal dengan berbagai anekdotnya ini. “Subhanallah, kain kafan Gus Dur masih utuh. Putih bersih seperti baru,” kata Zainul, Jumat (18/2).
Diungkapkan, kejadian itu pertama diketahui Waldi. “Namanya Pak Waldi, pedagang asongan yang biasa menjajakan VCD tentang Gus Dur,” imbuh Zainul.
Menurut Zainul, Waldi melaporkan kejadian itu kepadanya yang saat itu kebetulan berjaga di pos utara (pos pintu keluar masuk peziarah). Zainul pun segera menuju areal makam.
Selanjutnya, bersama beberapa orang dia menguruk lubang di makam itu dengan pasir dan tanah. Sementara penjaga dan pengurus pondok langsung membuat barisan menutupi lubang di pusara Gus Dur. Hal ini agar peziarah tak sampai mengambil gambar. Kabar itu sendiri terkesan disembunyikan oleh pengurus pondok lainnya.
Pengasuh Ponpes Tebuireng KH Sholahuddin Wahid (Gus Sholah) membenarkan kejadian itu. Menurut adik Gus Dur ini, amblesan ini merupakan kali sekian mengingat makam itu masih berupa tanah, belum dilakukan pengkijingan (dicor). “Hujan sangat lebat, tanahnya ambles, biasa,” kata Gus Sholah ketika dihubungi, Jumat (18/2).
Pasca amblesnya makam Gus Dur, keluarga besar mantan Ketua Umum PBNU itu menggelar rapat di Jakarta. Sholahul Am Notobuwono (Gus A’am), anggota keluarga Bani Hasyim membenarkan fenomena itu sedang dibahas dalam keluarga besar Bani Hasyim. “Sekarang saya lagi di Jakarta dan keluarga besar sedang membahas masalah amblesnya makam Gus Dur,” terang Gus A’am, saat dihubungi via ponsel, Jumat (18/2) sore.
Ketua PC GP Ansor Jombang ini menginformasikan peristiwa amblesnya makam Gus Dur sengaja disembunyikan guna mencegah makin membludaknya peziarah ke makam cucu pendiri NU, KH Hasyim Asyari itu.
Terkait amblesnya makam Gus Dur, menurut Gus A’am, sebenarnya telah direspons langsung oleh dua putri Gus Dur, dengan mengunjungi makam ayahandanya itu, Selasa (15/2) malam. Kedua putri Gus Dur yang ke Tebuireng itu Inayah dan Alissa Qotrunnada. “Mereka datang hanya beberapa jam setelah makam ambles,” kata A’am.
Pengurus Ponpes Tebuireng Lukman Hakim membenarkan makam Gus Dur ambles, Selasa (15/2) lalu. “Yang saya tahu, itu terjadi Selasa, 15 Februari 2011 bertepatan Maulid Nabi,” kata Lukman, Jumat (18/2) sore. Saat itu peziarah membludak dan hujan turun cukup deras.
Amblesnya makam, menurut Lukman, karena air yang jatuh dari atap pendopo makam yang terus-menerus menggerus tanah di atas pusara. “Padahal, tanah urukan Gus Dur itu tidak dilakukan pemadatan karena tidak ada yang berani melakukannya. Karena kepadatan tanah urukan kurang, maka saat tergerus air terus-menerus menjadikan makam ambles,” kata Lukman.
Tapi dia tegas membantah jika amblesnya makam membuat jasad Gus Dur terlihat. “Kafannya saja tidak kelihatan, apalagi jasadnya,” tegas Lukman.
Disinggung adanya saksi mata mengaku melihat hal itu, Lukman bersikukuh itu tidak benar. “Itu bohong, yang ngomong begitu jelas bohong,” kata Lukman.
Yang jelas, untuk mengantisipasi terulangnya kejadian itu, makam Gus Dur kini dikelilingi tembok penahan sepanjang 11 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi sekitar 15 sentimeter. Proses pengerjaan hingga kemarin sore baru selesai 50 persen. “Ini agar air yang jatuh dari atap pendopo tidak langsung menggerus makam Gus Dur,” kata Lukman.
Bukti Kewalian
Kabar amblesnya makam Gus Dur dan memperlihatkan kain kafan yang masih putih bersih ditanggapi beragam. Munasir Huda, warga Desa Cukir, Kecamatan Diwek menyatakan fenomena seperti itu sangat mungkin terjadi pada Gus Dur. “Itu menunjukkan sifat kewalian Gus Dur,” kata Munasir Huda, Direktur LSM Alharaka.
“Kami mendengar jika jasad mendiang Gus Dur tidak hanya itu, malah saat ambles, tampak sinar muncul dari dalam tanah yang memancar dari jasad beliau,” tutur Munasir Huda.
Huda meyakini, fenomena itu bisa terjadi pada Gus Dur, yang wafat pada 30 Desember 2009. Sebab, sepak terjang dan perjuangan Gus Dur selama ini menunjukkan dirinya dekat dengan sifat wali. “Apalagi kejadian amblesnya makam hingga terlihatnya jasad Gus Dur yang masih utuh itu bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi. Allah itu Maha Besar. Kalau Allah berkehendak, apa yang tidak mungkin bisa terjadi. Ini menunjukkan sifat kewalian Gus Dur kian kentara,” katanya.
Ketua MUI Jombang KH Cholil Dahlan menyatakan, fenomena jasad utuh setelah dimakamkan bertahun-tahun bukan hal aneh. Sebab, dalam hadis antara lain sudah dinyatakan, Allah akan menjaga jasad orang tertentu dari dimakan tanah.
Orang-orang khusus atau tertentu itu, menurut KH Kholil, ciri-cirinya antara lain jasad orang yang hapal Alquran, sekaligus menjaga amalannya sesuai nilai-nilai Alquran itu.
“Sangat mungkin karena Gus Dur dikenal istikomah (konsisten) dalam menjalankan syariat Islam. Istikomah melakukan amalan sesuai nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran,” dalih KH Kholil.
Fenomena ini, menurutnya, akan memberikan pelajaran kepada yang hidup agar menjalankan amalan yang sesuai nilai-nilai Alquran.
Ahli Geologi Jogjakarta Agus Hendratno pernah menyatakan, dari teori geologi, bisa saja jasad yang dikubur akan tetap utuh. Penyebabnya mungkin saja di dalam tanah tidak terdapat hewan organik yang bisa mengubah jasad manusia, seperti kulit dan daging menjadi tanah.
“Sebenarnya peristiwa utuhnya jenazah masuk lebih kepada urusan spiritual. Tapi kalau mau dikaitkan dalam teori geologi, bisa saja di liang lahat itu tidak terdapat hewan organik,” urainya.
KH Said Budairy pernah membahas jasad yang diketahui masih utuh walau sudah meninggal beberapa tahun. Menurutnya, jasad itu dilindungi Allah. “Biasanya yang jasadnya seperti itu adalah orang-orang yang hafidz (hapal) Alquran dan alim,” jelasnya.
Sekadar diketahui, peristiwa jasad utuh tidak hanya dialami oleh Gus Dur. Agustus 2009, warga Tangerang dikagetkan ketika menyaksikan jasad Kiai Abdullah Mukmin masih utuh. Padahal usia jasad sudah 26 tahun. Kiai Abdullah adalah guru agama. Pada tahun 1950-an, setelah belajar di Darul Ulum, dia ke Makkah selama 25 tahun.
Peristiwa sama terjadi di Banjarmasin September 2009. Saat itu makam Murah bin Jamil dibongkar untuk dipindahkan. Pihak keluarga kaget, kondisi rangka, kulit, daging rambut dan gigi masih tetap terpasang. Padahal Murah bin Jamil telah meninggal 8 tahun sebelumnya.
“Beliau dikenal orang yang sederhana, baik hati dan perhatian dengan keluarga. Bahkan, beliau sayang dengan masyarakat sekitar,” kata seorang anggota keluarga, waktu itu.
Di Pekalongan, ada jasad dikubur lebih dari 30 tahun masih utuh. Bahkan kain kafan dan talinya tak rapuh. Sayangnya, warga tidak mengetahui nama dan ahli waris dari jenazah itu.
sumber tribunnews
Selasa, 15 Februari 2011
VALENTINE DAY (HARI BERKASIH SAYANG) Menurut pandangan Islam…
TAUKAH KITA APA ITU
VALENTINE DAY (HARI BERKASIH SAYANG)
Menurut pandangan Islam…
Benarkah ia hanya kasih sayang belaka ?
“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, nescaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (Surah Al-An’am : 116)
Hari 'kasih sayang' yang dirayakan oleh orang-orang Barat pada tahun-tahun terakhir disebut 'Valentine Day' amat popular dan merebak di pelusuk Indonesia bahkan di Malaysia juga. Lebih-lebih lagi apabila menjelangnya bulan Februari di mana banyak kita temui jargon-jargon (simbol-simbol atau iklan-iklan) tidak Islami hanya wujud demi untuk mengekspos (mempromosi) Valentine. Berbagai tempat hiburan bermula dari diskotik(disko/kelab malam), hotel-hotel, organisasi-organisasi mahupun kelompok-kelompok kecil; ramai yang berlumba-lumba menawarkan acara untuk merayakan Valentine. Dengan dukungan(pengaruh) media massa seperti surat kabar, radio mahupun televisyen; sebagian besar orang Islam juga turut dicekoki(dihidangkan) dengan iklan-iklan Valentine Day.
SEJARAH VALENTINE:
Sungguh merupakan hal yang ironis(menyedihkan/tidak sepatutnya terjadi) apabila telinga kita mendengar bahkan kita sendiri 'terjun' dalam perayaan Valentine tersebut tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri. Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut 'Syuhada') yang kerana kesalahan dan bersifat 'dermawan' maka dia diberi gelaran Saint atau Santo.
Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu iaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'.
Tetapi sejak abad 16 M, 'upacara keagamaan' tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi 'perayaan bukan keagamaan'. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.
Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta 'supercalis' kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai 'hari kasih sayang' juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu 'kasih sayang' itu mulai bersemi 'bagai burung jantan dan betina' pada tanggal 14 Februari.
Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang bererti 'galant atau cinta'. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang 'martyr' bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya(jauh dari erti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine lewat (melalui) greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado(bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu.
Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment(hal/saat/waktu) ini hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merosak 'akidah' muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat dengan kedok percintaan(bertopengkan percintaan), perjodohan dan kasih sayang.
PANDANGAN ISLAM
Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam ?
Mari kita renungkan firman Allah s.w.t.:
“ Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36)
Dalam Islam kata “tahu” berarti mampu mengindera(mengetahui) dengan seluruh panca indera yang dikuasai oleh hati. Pengetahuan yang sampai pada taraf mengangkat isi dan hakikat sebenarnya. Bukan hanya sekedar dapat melihat atau mendengar. Bukan pula sekadar tahu sejarah, tujuannya, apa, siapa, kapan(bila), bagaimana, dan di mana, akan tetapi lebih dari itu.
Oleh kerana itu Islam amat melarang kepercayaan yang membonceng(mendorong/mengikut) kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut Taqlid.
Hadis Rasulullah s.a.w:“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.
Firman Allah s.w.t. dalam Surah AL Imran (keluarga Imran) ayat 85 :“Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.
HAL-HAL YANG HARUS DIBERI PERHATIAN:-
Dalam masalah Valentine itu perlu difahami secara mendalam terutama dari kaca mata agama kerana kehidupan kita tidak dapat lari atau lepas dari agama (Islam) sebagai pandangan hidup. Berikut ini beberapa hal yang harus difahami di dalam masalah 'Valentine Day'.
1. PRINSIP / DASAR
Valentine Day adalah suatu perayaan yang berdasarkan kepada pesta jamuan 'supercalis' bangsa Romawi kuno di mana setelah mereka masuk Agama Nasrani (kristian), maka berubah menjadi 'acara keagamaan' yang dikaitkan dengan kematian St. Valentine.
2. SUMBER ASASI
Valentine jelas-jelas bukan bersumber dari Islam, melainkan bersumber dari rekaan fikiran manusia yang diteruskan oleh pihak gereja. Oleh kerana itu lah , berpegang kepada akal rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan kepada Islam(Allah), maka ia akan tertolak.
Firman Allah swt dalam Surah Al Baqarah ayat 120 :“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.
Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.
3. TUJUAN
Tujuan mencipta dan mengungkapkan rasa kasih sayang di persada bumi adalah baik. Tetapi bukan seminit untuk sehari dan sehari untuk setahun. Dan bukan pula bererti kita harus berkiblat kepada Valentine seolah-olah meninggikan ajaran lain di atas Islam. Islam diutuskan kepada umatnya dengan memerintahkan umatnya untuk berkasih sayang dan menjalinkan persaudaraan yang abadi di bawah naungan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Bahkan Rasulullah s.a.w. bersabda :“Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga ia cinta kepada saudaranya seperti cintanya kepada diri sendiri”.
4. OPERASIONAL
Pada umumnya acara Valentine Day diadakan dalam bentuk pesta pora dan huru-hara.
Perhatikanlah firman Allah s.w.t.:“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithon dan syaithon itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”. (Surah Al Isra : 27)
Surah Al-Anfal ayat 63 yang berbunyi : “…walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.
Sudah jelas ! Apapun alasannya, kita tidak dapat menerima kebudayaan import dari luar yang nyata-nyata bertentangan dengan keyakinan (akidah) kita. Janganlah kita mengotori akidah kita dengan dalih toleransi dan setia kawan. Kerana kalau dikata toleransi, Islamlah yang paling toleransi di dunia.
Sudah berapa jauhkah kita mengayunkan langkah mengelu-elukan(memuja-muja) Valentine Day ? Sudah semestinya kita menyedari sejak dini(saat ini), agar jangan sampai terperosok lebih jauh lagi. Tidak perlu kita irihati dan cemburu dengan upacara dan bentuk kasih sayang agama lain. Bukankah Allah itu Ar Rahman dan Ar Rohim. Bukan hanya sehari untuk setahun. Dan bukan pula dibungkus dengan hawa nafsu. Tetapi yang jelas kasih sayang di dalam Islam lebih luas dari semua itu. Bahkan Islam itu merupakan 'alternatif' terakhir setelah manusia gagal dengan sistem-sistem lain.
Lihatlah kebangkitan Islam!!! Lihatlah kerosakan-kerosakan yang ditampilkan oleh peradaban Barat baik dalam media massa, televisyen dan sebagainya. Karena sebenarnya Barat hanya mengenali perkara atau urusan yang bersifat materi. Hati mereka kosong dan mereka bagaikan 'robot' yang bernyawa.
MARI ISTIQOMAH (BERPEGANG TEGUH)
Perhatikanlah Firman Allah :
“…dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim”.
Semoga Allah memberikan kepada kita hidayahNya dan ketetapan hati untuk dapat istiqomah dengan Islam sehingga hati kita menerima kebenaran serta menjalankan ajarannya.
Tujuan dari semua itu adalah agar diri kita selalu taat sehingga dengan izin Allah s.w.t. kita dapat berjumpa dengan para Nabi baik Nabi Adam sampai Nabi Muhammad s.a.w.
Firman Allah s.w.t.:
“Barangsiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya maka dia akan bersama orang-orang yang diberi nikmat dari golongan Nabi-Nabi, para shiddiq (benar imannya), syuhada, sholihin (orang-orang sholih), mereka itulah sebaik-baik teman”.
Berkata Peguam Zulkifli Nordin (peguam di Malaysia) di dalam kaset 'MURTAD' yang mafhumnya :-
"VALENTINE" adalah nama seorang paderi. Namanya Pedro St. Valentino. 14 Februari 1492 adalah hari kejatuhan Kerajaan Islam Sepanyol. Paderi ini umumkan atau isytiharkan hari tersebut sebagai hari 'kasih sayang' kerana pada nya Islam adalah ZALIM!!! Tumbangnya Kerajaan Islam Sepanyol dirayakan sebagai Hari Valentine. Semoga Anda Semua Ambil Pengajaran!!! Jadi.. mengapa kita ingin menyambut Hari Valentine ini kerana hari itu adalah hari jatuhnya kerajaan Islam kita di Sepanyol..
“SEBAGAI BAHAN PEMIKIRAN DAN BAHAN RENUNGAN
SEMOGA SEDIKIT BANYAK SEMUA INI BERMANFA’AT”
Jumat, 11 Februari 2011
Batu Terapung
Ini adalah salah satu bukti kebesaran Allah SWT,batu ini merupakan tempat duduk nabi Muhammad ketika isra’ mi’raj. Sampai sekarang batu itu masih tetap terapung di udara. Pada saat Nabi Muhammad hendak Mikraj batu tersebut ingin ikut bersama Nabi SAW, tetapi Nabi SAW menghentakkan kakinya agar batu tersebut tidak ikut Nabi melakukan mi’raj. Batu tersebut berada dalam masjid Umar (Dome of the Rock) di Lingkungan Masjidil ALAQSA di Yarusalem (Baitulmuqadis).
Foto ini didapat dari seorang hamba Allah sewaktu mengunjungi masjid Al Aqsa di Jerusalem, Subhanallah … !! Foto ini dapat lolos dari penjagaan pihak israel yang menjaga ketat tempat tersebut.
Sampai sekarang masjid “dome of rock”[Al Aqso] masih ditutup untuk umum, dan Yahudi telah membuat masjid lain yaitu Al Sakhra tak jauh di sebelahnya dengan kubah “emas” ( yg sering terlihat di poster2 yg disebarkan ke seluruh duniadi-mana2 ) dan disebut sebagai Al Aqsa, untuk mengelabui ummat Islam di mana masjid Al Aqsa yang sebenarnya. Mengenai masjid Al Aqso yang sebenarnya Nabi Muhammad SAW pernah menyebutnya sebagai “masjid kubah biru”. Sekarang ini masjid tersebut sebenarnya sudah diambil alih oleh Israel dan mereka berencana menghancurkannya untuk diganti sebagai tempat ibadah mereka karena masjid tersebut tempatnya bersebelahan dengan tembok ratapan bangsa Yahudi.
Foto ini didapat dari seorang hamba Allah sewaktu mengunjungi masjid Al Aqsa di Jerusalem, Subhanallah … !! Foto ini dapat lolos dari penjagaan pihak israel yang menjaga ketat tempat tersebut.
Sampai sekarang masjid “dome of rock”[Al Aqso] masih ditutup untuk umum, dan Yahudi telah membuat masjid lain yaitu Al Sakhra tak jauh di sebelahnya dengan kubah “emas” ( yg sering terlihat di poster2 yg disebarkan ke seluruh duniadi-mana2 ) dan disebut sebagai Al Aqsa, untuk mengelabui ummat Islam di mana masjid Al Aqsa yang sebenarnya. Mengenai masjid Al Aqso yang sebenarnya Nabi Muhammad SAW pernah menyebutnya sebagai “masjid kubah biru”. Sekarang ini masjid tersebut sebenarnya sudah diambil alih oleh Israel dan mereka berencana menghancurkannya untuk diganti sebagai tempat ibadah mereka karena masjid tersebut tempatnya bersebelahan dengan tembok ratapan bangsa Yahudi.
Langganan:
Postingan (Atom)



